Sudin SDA Jakut Keruk 15 Waduk dan Kali, Optimalkan Daya Tampung

Jakarta Utara (ANTARA)Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara (Sudin SDA Jakut) melakukan pengerukan terhadap 15 waduk dan kali di wilayah Jakarta Utara untuk mengoptimalkan daya tampung air. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mitigasi banjir sekaligus menjaga keamanan publik di tengah intensitas hujan yang masih tinggi.

Pengerukan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan alat berat dan petugas lapangan. Sedimen lumpur, sampah, serta material yang mengendap selama bertahun-tahun diangkat untuk mengembalikan fungsi waduk dan aliran kali agar lebih optimal menampung dan mengalirkan air.

Antisipasi Banjir di Wilayah Pesisir

Jakarta Utara dikenal sebagai wilayah yang rentan banjir akibat curah hujan tinggi, kondisi topografi rendah, serta pengaruh pasang air laut. Endapan lumpur yang menumpuk di waduk dan kali kerap mempersempit kapasitas tampung air, sehingga meningkatkan risiko luapan saat hujan deras.

Melalui pengerukan ini, Sudin SDA Jakut menargetkan peningkatan kapasitas tampung air secara signifikan. Normalisasi alur air diharapkan mampu mengurangi genangan di permukiman warga, terutama di kawasan padat penduduk.

“Kalau daya tampung bertambah, air tidak cepat meluap ke rumah warga,” ujar salah satu petugas di lapangan.

Proses Teknis dan Pengawasan

Pengerukan dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan lingkungan. Lumpur hasil kerukan diangkut ke lokasi pembuangan yang telah ditentukan agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

Pengawasan dilakukan untuk memastikan pengerjaan sesuai standar teknis, mulai dari kedalaman kerukan hingga stabilitas tanggul. Langkah ini penting agar infrastruktur air tetap aman dan tidak menimbulkan risiko baru, seperti longsor tebing kali.

Dalam konteks keamanan publik, pemeliharaan waduk dan kali dipandang sebagai langkah preventif yang krusial, bukan sekadar respons saat banjir terjadi.

Dampak Langsung bagi Warga

Bagi warga yang tinggal di sekitar waduk dan bantaran kali, pengerukan membawa harapan baru. Genangan yang sebelumnya kerap terjadi setelah hujan deras diharapkan berkurang, sehingga aktivitas sehari-hari tidak lagi terganggu.

“Setiap hujan deras kami selalu waswas. Mudah-mudahan setelah dikeruk, airnya cepat surut,” kata Nurhayati, warga Jakarta Utara.

Selain mengurangi banjir, aliran air yang lebih lancar juga berkontribusi pada perbaikan kualitas lingkungan, termasuk mengurangi bau tidak sedap akibat endapan lumpur.

Perawatan Berkelanjutan

Sudin SDA Jakut menegaskan bahwa pengerukan bukan solusi sekali jadi. Perawatan rutin dan pengendalian sampah menjadi faktor penting agar waduk dan kali tetap berfungsi optimal.

Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke saluran air juga menjadi kunci keberhasilan jangka panjang. Tanpa dukungan warga, upaya teknis pemerintah akan sulit memberikan hasil maksimal.

Menjaga Kota Tetap Aman

Pengerukan 15 waduk dan kali ini mencerminkan pendekatan pencegahan dalam pengelolaan banjir Jakarta Utara. Di tengah cuaca yang semakin tidak menentu, kesiapsiagaan infrastruktur air menjadi penopang utama keselamatan warga.

Bagi Jakarta Utara, menjaga daya tampung air bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan ikhtiar melindungi ruang hidup masyarakat—agar hujan tidak lagi identik dengan kecemasan, melainkan bagian dari siklus alam yang bisa dihadapi dengan lebih aman dan tertib.

Related Post