Jakarta — Penataan wajah ibu kota kembali menjadi sorotan. Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan harapannya agar kawasan Kuningan ke depan memiliki suasana yang tertata dan modern, menyerupai koridor Sudirman-Thamrin yang selama ini menjadi etalase ibu kota.
Gagasan ini bukan sekadar soal estetika. Ia menyentuh tata ruang, kenyamanan pejalan kaki, ketertiban lalu lintas, hingga rasa aman di ruang publik. Bagi pemerintah daerah, Kuningan memiliki potensi besar sebagai pusat kegiatan ekonomi dan diplomatik yang lebih terintegrasi.
Menata Ruang, Menguatkan Identitas Kota
Kuningan dikenal sebagai kawasan perkantoran dan kedutaan besar. Namun penataannya dinilai masih perlu pembenahan agar lebih ramah bagi pejalan kaki dan pengguna transportasi umum.
Sudirman–Thamrin selama ini menjadi contoh kawasan dengan trotoar lebar, pencahayaan baik, dan akses transportasi publik yang terhubung. Model ini diharapkan dapat diterapkan secara bertahap di Kuningan.
Kenyamanan dan Keamanan Publik
Penataan kawasan tidak hanya menyasar infrastruktur fisik. Aspek keamanan publik dan ketertiban juga menjadi perhatian. Ruang yang terang, terbuka, dan tertata dinilai mampu mengurangi potensi gangguan ketertiban.
Dengan konsep yang lebih terintegrasi, aktivitas ekonomi dapat berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan warga. Pejalan kaki, pesepeda, dan pengguna kendaraan bermotor diharapkan memiliki ruang yang proporsional.
Tantangan Penataan di Kawasan Padat
Meski demikian, penataan Kuningan tidak lepas dari tantangan. Kepadatan lalu lintas, bangunan yang sudah berdiri lama, serta kepentingan berbagai pihak menjadi faktor yang harus dikelola secara hati-hati.
Pendekatan kolaboratif dinilai penting agar proses penataan tidak menimbulkan konflik. Komunikasi dengan pelaku usaha dan warga sekitar menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan.
Mengurangi Ketimpangan Tata Kota
Gagasan menjadikan Kuningan serupa Sudirman–Thamrin juga dipandang sebagai langkah mengurangi ketimpangan tata kota. Pemerataan kualitas ruang publik menjadi simbol bahwa pembangunan tidak terpusat pada satu titik saja.
Ketika lebih banyak kawasan tertata baik, manfaatnya dirasakan luas: mobilitas lancar, kualitas udara lebih baik, serta interaksi sosial yang lebih nyaman.
Menuju Kota yang Lebih Humanis
Harapan agar Kuningan menyerupai Sudirman–Thamrin pada akhirnya bertujuan menghadirkan kota yang lebih humanis. Bukan sekadar deretan gedung tinggi, tetapi ruang yang hidup dan inklusif.
Jika terealisasi, Kuningan dapat menjadi wajah baru Jakarta yang modern sekaligus ramah bagi warganya. Penataan kawasan ini menjadi bagian dari perjalanan panjang ibu kota dalam membangun identitas yang tertib, aman, dan berkelanjutan.

