Prabowo ingatkan ancaman Perang Dunia III di Rakornas 2026

Jakarta (initogel) — Di hadapan peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan peringatan yang menggugah: ancaman Perang Dunia III bukan lagi wacana jauh, melainkan risiko nyata yang harus diantisipasi bersama. Pernyataan itu disampaikan dengan nada serius—bukan untuk menakut-nakuti, melainkan mengajak seluruh elemen bangsa bersiap secara rasional dan manusiawi.

Di tengah dinamika geopolitik yang memanas, pesan Prabowo menempatkan Indonesia pada satu sikap tegas: waspada tanpa panik, kuat tanpa agresif.


Dunia yang Makin Rapuh

Prabowo menyinggung eskalasi konflik di berbagai kawasan, rivalitas kekuatan besar, serta perlombaan senjata yang kian intens. Menurutnya, dunia saat ini berada pada titik rawan salah hitung—ketika satu insiden kecil bisa memicu dampak berantai.

Peringatan itu menjadi konteks bagi Rakornas: koordinasi nasional tidak bisa dilepaskan dari realitas global. Ketahanan dalam negeri—ekonomi, pangan, energi, dan persatuan sosial—menjadi pagar utama menghadapi guncangan eksternal.


Kesiapsiagaan Tanpa Provokasi

Presiden menegaskan bahwa kesiapsiagaan nasional bukan berarti mencari konflik. Indonesia, kata Prabowo, berpegang pada politik luar negeri bebas aktif, mengutamakan diplomasi, dan mendorong penyelesaian damai. Namun di saat yang sama, negara harus siap melindungi rakyat dan kepentingan nasional.

Pesan ini menekankan keseimbangan: pertahanan yang kuat untuk perdamaian, bukan sebaliknya.


Keamanan Publik Dimulai dari Dalam Negeri

Ancaman global berdampak langsung pada kehidupan warga—harga energi, pangan, dan stabilitas ekonomi. Karena itu, Prabowo mengingatkan pentingnya ketahanan nasional yang menyentuh dapur rakyat. Koordinasi lintas sektor diperlukan agar Indonesia tidak rapuh saat dunia bergejolak.

Dalam pandangan ini, keamanan bukan hanya urusan militer, tetapi ketahanan sosial dan ekonomi.


Dimensi Kemanusiaan: Mencegah Penderitaan

Di balik istilah “perang dunia”, ada bayang-bayang penderitaan massal: pengungsi, krisis pangan, dan trauma generasi. Peringatan Prabowo menggarisbawahi satu tujuan utama: mencegah tragedi kemanusiaan. Kesiapsiagaan adalah cara untuk menjaga perdamaian, bukan merayakan kekuatan.

Seorang peserta Rakornas menilai pesan ini sebagai ajakan untuk “siap berpikir jernih di saat genting”.


Koordinasi sebagai Kunci

Rakornas 2026 dijadikan momentum memperkuat koordinasi pusat–daerah, menyelaraskan kebijakan strategis, dan memastikan respons cepat bila risiko global berdampak ke dalam negeri. Kecepatan, ketepatan, dan persatuan menjadi kata kunci.


Penutup

Peringatan Prabowo tentang ancaman Perang Dunia III di Rakornas 2026 adalah alarm kewaspadaan, bukan genderang perang. Ia mengajak Indonesia berdiri tegak: siap menghadapi dunia yang tak pasti, sambil tetap memilih jalan damai.

Di tengah ketidakpastian global, pesan itu sederhana namun mendalam: kekuatan sejati negara adalah kemampuannya melindungi manusia dan menjaga perdamaian.

Related Post