Arab Saudi, Bahrain, dan UEA Sebut Telah Cegat Drone serta Rudal Iran

RIYADH – Sejumlah negara Teluk, termasuk Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirat Arab, menyatakan berhasil mencegat gelombang serangan drone dan rudal yang diluncurkan dari Iran. Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah.

Otoritas pertahanan dari negara-negara tersebut mengatakan sistem pertahanan udara mereka diaktifkan untuk menghadapi serangan yang menargetkan fasilitas strategis serta wilayah sipil. Beberapa ledakan dilaporkan terdengar di berbagai kota, namun sebagian besar proyektil berhasil dihancurkan sebelum mencapai target.


Arab Saudi Cegat Belasan Drone

Kementerian Pertahanan Arab Saudi melaporkan telah mencegat dan menghancurkan sedikitnya 15 drone yang memasuki wilayah udara kerajaan, termasuk yang mengarah ke kawasan diplomatik di ibu kota Riyadh.

Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari rangkaian serangan balasan Iran dalam konflik regional yang semakin memanas. Dalam beberapa kasus, puing-puing dari drone yang ditembak jatuh dilaporkan jatuh di area tertentu, tetapi kerusakan besar dapat dihindari.


UEA Klaim Cegat Gelombang Rudal dan Drone

Pemerintah Uni Emirat Arab menyatakan sistem pertahanan udaranya juga mencegat sejumlah rudal balistik dan drone yang diluncurkan Iran.

Sejak akhir Februari 2026, Iran dilaporkan telah meluncurkan ratusan rudal dan ratusan drone ke wilayah UEA, sebagian besar berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara sebelum mencapai target.

Meski demikian, puing-puing dari proses pencegatan sempat menimbulkan kerusakan di beberapa area di Abu Dhabi dan Dubai, serta menyebabkan korban luka.


Bahrain Aktifkan Sistem Pertahanan Udara

Sementara itu, otoritas Bahrain juga mengaktifkan sirene serangan udara ketika ancaman rudal dan drone terdeteksi.

Negara tersebut menyatakan berhasil mencegat puluhan rudal dan drone Iran yang mengarah ke wilayahnya, meski beberapa proyektil sempat menyebabkan kerusakan pada fasilitas militer dan infrastruktur sipil.

Bahrain mengutuk serangan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara.


Ketegangan Kawasan Terus Meningkat

Serangan dan pencegatan ini terjadi di tengah konflik regional yang melibatkan Iran serta sekutu Barat dan negara-negara Teluk.

Iran sebelumnya menyatakan serangan tersebut merupakan bagian dari respons terhadap operasi militer yang menargetkan wilayahnya. Sementara negara-negara Teluk menegaskan bahwa mereka bertindak untuk melindungi wilayah dan penduduknya dari ancaman militer.

Situasi keamanan di kawasan masih sangat dinamis, dengan berbagai negara meningkatkan kesiapsiagaan militer serta memperkuat sistem pertahanan udara untuk mengantisipasi serangan lanjutan.

Related Post